Kamis, 29 September 2011
Terima Saja Lahhh...
Pernahkah kita mengeluh kepada Tuhan karena doa-doa kita tak terkabul?. “Aaarrrggghhh.... kenapa sih ku minta agar punya ini tetapi tak kunjung diberikan?”. Sering kta seperti itu kan?, atau malah sampai memaksa tuhan untuk mengabulkan doa kita?.
Hmmm... sebenarnya doa itu pasti dikabulkan kok, tetapi memang tidak harus langsung atau sesuai dengan keinginan kita, karena ada kalanya sesuai dengan keinginan kita, atau diganti dengan yeng lebih pantas buat kita. Tuhan memberikan yang terbaik buat hambanya. Kita meminta mobil tetapi yang diberikan malah sepeda. Bukan berarti Tuhan pelit atau tidak mampu memberikan yang lebih dari itu. Tetapi itulah yang pantas buat kita, coba bayangkan jika orang yang belum pantas tetapi mendapatkan sesuatu yang berat. Apakah mereka dapat menjaga sesuatu tersebut dengan baik? Tidak kan?.
Tuhan memberikan sesuatau sesuai dengan kemampuan kita. Coba kalau kita belum saatnya mempunyai mobil tetapi sudah diberi mobil. Kita akan sombong, pamer kesana-kemari, belum lagi perawatan mobil yang tidak murah seperti sepeda. Yah... terima sajalah dengan ikhlas apa yang kita miliki sekarang. Toh itu membuat hati kita lebih tenang kok, tidak kemrungsung.
Memang qona’ah itu tidak mudah, tetapi paling tidak kita mau belajar untuk bersyukur dan menikmati apa yang kita punya sekarang. Toh kalau kita mau bersyukur akan nikmat-Nya kita akan diberi kenikmatan yang lebih, lebih, dan lebih. Bukan menggurui atau sok, tetapi mari kita belajar bersama saling mengingatkan.
Senin, 19 September 2011
Sangat Menyusahkan
“Yes! bisa pulkam lebih cepat!” kata teman saya yang menantikan kepulangannya ke kampong halaman. Tapi wajahnya langsung masam ketika dosen memberikan tugas yang banyak. “minggu tenang kali ini aku gak bisa pulang nih” dengan nada kecewa. Kontras dengan keadaan semula yang tadinya senang menyambut hari libur.
Seringkah kita seperti ini? Merasa dosen tidak adil, memberi tugas yang memberatkan, memforsir pikiran mahasiswa, hanya menyusahkan. Padahal semua yang tugas yang diberikan juga demi kebaikan mahasiswa. Tapi, yang namanya manusia ya seperti itu, tidak suka akan orang yang menyusahkan.
Hello… hidup bukan hanya untuk santai-santai bung! Orang yang menyusahkan sebenarnya ada untuk memperbaiki kelemahan kita. Baik anda sadar atau tidak, ketika kita disusahkan oleh orang lain hal itu memberi pelajaran bagi kita, memperbaiki kelemahan kita. Kita merasa susah karena kita merasa harus lebih berusaha dan tak bisa berleha-leha menikmati kehidupan.
Ada cerita dari teman saya. Dia suka bulu tangkis dan dia lemah pada sisi kiri. Dia mendapat teman main yang mengetahui kelemahannya dan dia merasa orang ini menyusahkan sekali!. Tapi setelah dia sering bertanding dengannya, tanpa dia sadari sedikit demi sedikit dia dapat menguasai sisi kiri dari tubuhnya.
Jadi, apakah kita masih tidak suka dengan dosen yang menyusahkan? Apakah tidak suka kepada orang-orang disekitar kita yang sering menyusahkan juga? Seharusnya kita bersyukur dengan adanya mereka yang menjadikan kita lebih baik walaupun menurut kita sangat menyusahkan. Tapi jujur itu sulit.
Langganan:
Komentar (Atom)

