Selasa, 04 Oktober 2011

Tawanlah Hatiku Tuhan...

Tawanlah hatiku Tuhan...
Tawan karena banyak ku berpaling
Menjajakan hati murah tak berharga
pada dara belia nan memesona
Mengiris perih menusuk luka 

Tawanlah hatiku Tuhan...
Nikmat silaukan hatiku
lupakan Engkau dalam Kuasa-Mu
Ingkari janji azali
Jadikan ulu kaku mati

Tawanlah hatiku Tuhan ...
Ketuk hatiku dengan terang
senyaring tabuh genderang
Menyejukkan jiwa redup
tenang jalani hidup

Senin, 03 Oktober 2011

Tidak Ada Orang Say...

Malam hari ini seakan bulan malu menampakkan cahaya romantisnya. Semak rimbun di rumah kosong bergerak tersentak-sentak sesuatu. Siluet indah dua sejoli sedang bermain cinta terlihat bernafsu, penuh gairah masa muda. “Sudahlah dek... buka saja, tidak ada orang yang lihat kok...” suara berat dari siluet bertubuh kekar. “tidak mas... cukup ini saja, aku tidak berani” rintih suara lembut dari siluet bertubuh indah tergeletak dibawah si kekar. “tidak apa-apa sayang... tidak ada orang yang lihat kok... ayolah...” si kekar merayu makhluk indah dibawahnya. “ahhh... kamu... kamu... kamu... kamu bukan dia !? Arrrrgggghhhhh.... pergi kau! Kau bukan orang! Bukan manusia! Bukan adam!” teriak tubuh indah itu. Memberontak, dia berlari. Berlari meninggalkan si kekar. Aahhh sepertinya terlalu lama opening-nya. Pasti kalian berpikir-pikir dan bingung. Kenapa si cewe menganggap kekasihnya bukan manusia. “tidak ada orang yang lihat kok” itulah kutipan yang menjadikan si cewe memberontak dan lari meninggalkan kekasihnya. Dia sadar bahwa jika dia membuka ***sensor ya*** pasti kekasihnya akan melihatnya. Tetapi kekasihnya justru bilang tidak akan ada orang yang melihat. Lha trus dia itu orang atau apa?? Memang kebanyakan orang lebih takut kepada orang lain daripada Tuhan-nya (termasuk saya). Orang lebih takut kepada orang lain karena mereka malu. Malu jika keburukannya diketahui orang lain, tetapi mereka tidak sadar jika Tuhan selalu bersama mereka. Selalu diawasi dan dicatat segala amal perbuatan mereka, amal baik maupun buruk yang dimintai pertanggung jawabannya kelak. Udah ah... intinya hanya ingin share bahwa kita tidak akan lepas dari pengawasan Tuhan dimanapun dan kapanpun. Jadi lebih baik jaga baik-baik tingkah laku kita dimanapun kita berada. Sulit memang, saya juga sering seperti itu... ups! Keceplosan. Tetapi paling tidak kita berusaha untuk selalu mengingat-Nya dan menjaga amal perbuatan kita walaupun lebih banyak lupanya hehehe... Coba dan jangan menyerah yah!

Kamis, 29 September 2011

Terima Saja Lahhh...

Pernahkah kita mengeluh kepada Tuhan karena doa-doa kita tak terkabul?. “Aaarrrggghhh.... kenapa sih ku minta agar punya ini tetapi tak kunjung diberikan?”. Sering kta seperti itu kan?, atau malah sampai memaksa tuhan untuk mengabulkan doa kita?. Hmmm... sebenarnya doa itu pasti dikabulkan kok, tetapi memang tidak harus langsung atau sesuai dengan keinginan kita, karena ada kalanya sesuai dengan keinginan kita, atau diganti dengan yeng lebih pantas buat kita. Tuhan memberikan yang terbaik buat hambanya. Kita meminta mobil tetapi yang diberikan malah sepeda. Bukan berarti Tuhan pelit atau tidak mampu memberikan yang lebih dari itu. Tetapi itulah yang pantas buat kita, coba bayangkan jika orang yang belum pantas tetapi mendapatkan sesuatu yang berat. Apakah mereka dapat menjaga sesuatu tersebut dengan baik? Tidak kan?. Tuhan memberikan sesuatau sesuai dengan kemampuan kita. Coba kalau kita belum saatnya mempunyai mobil tetapi sudah diberi mobil. Kita akan sombong, pamer kesana-kemari, belum lagi perawatan mobil yang tidak murah seperti sepeda. Yah... terima sajalah dengan ikhlas apa yang kita miliki sekarang. Toh itu membuat hati kita lebih tenang kok, tidak kemrungsung. Memang qona’ah itu tidak mudah, tetapi paling tidak kita mau belajar untuk bersyukur dan menikmati apa yang kita punya sekarang. Toh kalau kita mau bersyukur akan nikmat-Nya kita akan diberi kenikmatan yang lebih, lebih, dan lebih. Bukan menggurui atau sok, tetapi mari kita belajar bersama saling mengingatkan.

Senin, 19 September 2011

Sangat Menyusahkan

“Yes! bisa pulkam lebih cepat!” kata teman saya yang menantikan kepulangannya ke kampong halaman. Tapi wajahnya langsung masam ketika dosen memberikan tugas yang banyak. “minggu tenang kali ini aku gak bisa pulang nih” dengan nada kecewa. Kontras dengan keadaan semula yang tadinya senang menyambut hari libur. Seringkah kita seperti ini? Merasa dosen tidak adil, memberi tugas yang memberatkan, memforsir pikiran mahasiswa, hanya menyusahkan. Padahal semua yang tugas yang diberikan juga demi kebaikan mahasiswa. Tapi, yang namanya manusia ya seperti itu, tidak suka akan orang yang menyusahkan. Hello… hidup bukan hanya untuk santai-santai bung! Orang yang menyusahkan sebenarnya ada untuk memperbaiki kelemahan kita. Baik anda sadar atau tidak, ketika kita disusahkan oleh orang lain hal itu memberi pelajaran bagi kita, memperbaiki kelemahan kita. Kita merasa susah karena kita merasa harus lebih berusaha dan tak bisa berleha-leha menikmati kehidupan. Ada cerita dari teman saya. Dia suka bulu tangkis dan dia lemah pada sisi kiri. Dia mendapat teman main yang mengetahui kelemahannya dan dia merasa orang ini menyusahkan sekali!. Tapi setelah dia sering bertanding dengannya, tanpa dia sadari sedikit demi sedikit dia dapat menguasai sisi kiri dari tubuhnya. Jadi, apakah kita masih tidak suka dengan dosen yang menyusahkan? Apakah tidak suka kepada orang-orang disekitar kita yang sering menyusahkan juga? Seharusnya kita bersyukur dengan adanya mereka yang menjadikan kita lebih baik walaupun menurut kita sangat menyusahkan. Tapi jujur itu sulit.

Selasa, 28 Juni 2011

ku tak bisa lagi menari


aku adalah kupu-kupu
masih segar dari tapa ku
pertama ku lihat bunga
sungguh elok nan memesona
ku dekati ku hinggapi

tapi ku terpatri
sayapku terjerat duri
tak bisa lagi menari
apalagi hinggapi melati

tertatih ku lepaskan diri
dari jerat tak berperi
kini ku berdiri
walau tak bisa lagi menari

Sabtu, 19 Februari 2011

Do’aku Ya Rabbi

Do’a terurai sebelum mata terpejam
Meninggalkan hitamnya pekat malam
Yang membayangi setiap langkahku
Ku berharap dapat bimbingan-Mu selalu


Ya Rabbi…
Engkaulah yang berkuasa di semesta ini
Tunjukkan jalan yang engkau ridloi
Bukan jalan yang engkau benci
Agar ku tak tersesat di dunia nista ini

Ya Rabbi…
Kusebut nama-Mu disetiap nafasku
Kumohon ampuni setiap dosa-dosaku
Yang telah terjadi di masa lalu
Agar ku tak menyesal saat tiba waktu